Telah berapa lubang kehidupan yang ceruknya menjegal langkah lalu menjerembabkan kita ke dalam kubangan kekeliruan,dosa dan kekhilafan?. Telah berapa jurang kehidupan yang nganganya menyambut pelanting langkah kita lalu menghempaskan kita ke pojok gelap usia?.Hitunglah mungkin kita ingat,mungkin juga lupa.
Yang kita ingat dari lubang dan jurang itu,umumnya adalah kenestapaan penuh sesal dan muramnya hari-hari di belakang dan di depan kita. Tak ada celah lain dari memori kita yang bisa di isi dengan hal lain kecuali sesal dan muram.Padahal,sebelum maut bener-bener tiba,hari-hari masih membentangkan jalannya,usia masih mendenyutkan nafasnya. Mengapa kita membiarkan lubang dan jurang mempercepat keputusan kita untuk bertemu dengan maut.
Lubang dan jurang memang satu hal,ttetapi ada hal lain yang lebih penting untuk kita pikirkan,karena ia menjadi kehidupan kita di hari-hari kedepan. Hal lain itu adalah bangkit. Ya Bangkit atau Tidak adalah persoalan utama yang menentukan : Mana yanglebih perkasa, Lubang dan Jurang atau Kita ?
Lubang dan jurang tak akan tercabut dari rute hidup ini karena ia adalah dekor bagi tabiat jalan kehidupan. Jadi ,bagi kita bukan lubang dan jurang yang menjadi persoalan, melainkan bangkit atau tidak. Kebangkitan usai terjerembab dan terpelanting akan menjadi ciri pendefinisi daya tahan yang menampung sejumlah modal dalam diri kita : Kekuatan optimis dan kekuatan ilmu.Kekuatan optimis menjadi indikator iman,karena hanya orang-orang tak beriman saja yang cepat putus asa.Sedangkan kekuatan ilmu menjadi penentu,sedalam apa lubang dan jurang yang menghadang sekaligus sekuat apa usaha untuk bangkit. Sebab ketinggian ilmu berbanding lurus dengan derajat amalan,semakin banyak ilmu makin tinggi tuntutan pengamalannya.
Nah,bangkit atau tidak adalah kata terakhir yang harus kita"wiridkan"sebelum kita betul-betul yakin dengan pilihan garis hidup kita. Sebab dimanapun garis itu kita torehkan, di situ pula lubang dan jurang bercokolan. Tak ada kata lain setelah kita terjerembab dan terpelanting. Bangkit atau Tidak, Itu saja ! Coz....We have to right be Happy
Rabu, 08 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar